Pj Bupati Konsel Minta Warganya Buka Jalan yang Diblokade

Pj. Bupati Konsel, Andi Tendri.

TRIBUN KONAWE: ANDOOLO – Aksi blokade jalan poros di Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sejak Minggu (4/4/2021) hingga sekarang masih berlangsung. Akibatnya, akses kendaraan roda empat tidak bisa melintas. Kondisi itu pun menyita perhatian dari Pj. Bupati Konsel, Andi Tendri.

Orang nomor satu di Konsel itu menuturkan, pihaknya telah memanggil Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Konsel, melalui Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Senin, (5/4/2021). Pemanggilan tersebut sebagai koordinasi untuk membuat laporan tertulis tentang kondisi jalan poros Andoolo-Tinanggea.

“Kami sudah koordinasi dan membuat laporan tertulis untuk tertulis kepada Gubernur Sultra,” ungkapnya.

Andi Tendri, menuturkan jalan Poros Andoolo Tinanggea, masuk kewenanggan Pemerintah Provinsi. Saat ini pemda Konsel telah melakukan langkah langkah koordinasi agar segera mendapatkan respon dari Pemrov.

“Saat ini kami telah melakukan langkah langkah koordinasi dengan instansi terkait, agar mendapat respon dari pemerintah provinsi,” tuturnya.

Pj bupati Konsel, mengimbau agar masyarakat membuka jalan yang diblokade. Mengingatkan dampak terhadap pelayanan kegawatdaruratan, apabila terjadi peristiwa dan masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan segera.

“Saya imbau masyarakat agar membuka pemblokiran jalan, karena dapat mengganggu pelayanan keawatdaruratan, mobilitas barang hasil pertanian, kebutuhan masyarakat yang akan dipasarkan, serta pelayanan sosial,” sambungnya.

Andi Tendri berjanji, Pemda Konsel akan tetap melakukan monitoring terkait penanganan jalan poros Andoolo-Tinanggea.

Sementar itu, Ketua Hipmi, Yogi S Firdaus, dalam orasinya, mengatakan aksi blokade jalan yang mereka lakukan, tidak akan dibuka selama satu pekan ke depan sampai Pemprov datang langsung menemui mereka dengan membawa alat berat untuk memulai penggusuran jalan.

“Kami tidak akan membuka jalan sampai pemerintah provinsi datang menemui kami dengan catatan telah membawa alat berat dan siap memperbaiki jalan kami ini,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Mantan Ketua GMKM, Rendi Tabara. Menurutnya, blokade tidak akan dibuka sampai ada kejelasan dari Pemprov.

“Kami tidak akan membuka jalan ini sampai pemerintah provinsi menemui kami langsung dan telah membawa alat berat yang siap kerja,” tandasnya.

Laporan: Perliyansa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here