Polres Konawe Diserbu Ratusan Pemuda Adat Tolaki, Tuntut Kapolresnya Dicopot

Massa Fordati saat menggelar aksi di Mapolres Konawe.

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Pemuda Adat Tolaki Indonesia (Fordati) menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Konawe, Sabtu (13/3/2021). Tak hanya sekadar berorasi di depan Mapolres, ratusan massa aksi juga tak segan-segan menyeruduk masuk ke halaman Mapolres dengan memanjat pagar. Massa yang hadir dengan seragam serba hitam tersebut menuntut Kapolres Konawe, AKBP Yudi Kristanto, SIK agar dicopot dari jabatannya.

Aksi tersebut merupakan buntut kekacauan yang terjadi di Desa Tani Indah, Kecamatan Morosi beberapa waktu lalu. Berdasarkan pernyataan sikap massa aksi, kasus itu bermula saat terjadi pelecehan seksual disertai kekerasan yang menimpa salah seorang perempuan, pada tanggal 22 Januari 2021. Kala itu para pelaku juga menghina korbannya dengan cacian yang menyinggung perasaan salah satu kelompok masyarakat.

Saat kelompok tersebut hendak mendatangi rumah pelaku untuk meminta klarifikasi, ternyata mereka juga telah menyiapkan diri. Kekacauan pun tak terhindarkan, hingga menyebabkan rumah salah seorang pelaku terbakar.

Massa aksi menilai, polisi yang datang hendak menyelesaikan masalah justru diduga tidak profesional dan proporsional. Sembilan orang rekan-rekan dari Fordati diamankan polisi dalam kekacauan tersebut. Hal inilah yang dinilai berat sebelah oleh Fordati.

Fordati pun menegaskan kepada Kapolres Konawe agar sembilan rekannya yang kini ditahan di Mapolres Konawe segera dibebaskan. Selain itu Fordati juga meminta kepada Kapolda Sultra agar mencopot Kapolres Konawe karena dianggap tidak profesional dalam menangani kasus tersebut.

“Kami dari Forum Pemuda Adat Tolaki Indonesia dengan tegas meminta kepada Polres Konawe untuk membebaskan seluruh rekan-rekan kami yang saat ini ditahan di Polres Konawe,” kata salah satu orator.

Pantauan awak media ini, perwakilan massa aksi diterima oleh Kapolres Konawe AKBP Yudi Kristanto, Wakil Bupati, Konawe Gusli Topan Sabara untuk melakukan negoisasi. Informasi yang berkembang, Kapolres Konawe akan memenuhi tuntutan massa aksi dengan membebaskan (menangguhkan penahanan) seluruh tersangka.

Laporan: Mj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here