Program Sejuta Ton Gabah Kian Gemilang, Kery Proyeksi Hasil Panen 2020 Meningkat

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa (kiri), didampingi Kabag Humas, Sukri Nur, saat melakukan panen raya di Dewa Ahuawatu, Kecamatan Pondidaha.

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Julukan sebagai lumbung beras memang pantas disemat Konawe. Betapa tidak, produksi ‘emas putih’ di daerah yang dinahkodai Kery Saiful Konggoasa dan Gusli Topan Sabara ini masih menjadi andalan daerah. Bahkan, dalam visi misi Kery-Gusli, ada program “sejuta ton bagah” yang menjadi prioritas dan terus digenjot pemerintah.

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa menghadiri panen raya di Desa Ahuawatu, Kecamatan Pondidaha, Kamis (5/10/2020). Kery mendapat laporan dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan kalau panen tahun ini diprediksi bakal meningkat dibanding tahun sebelumnya.

“Kalau dilibat prospeknya menjelang akhir tahun ini, kita bisa prediksi kalau panen tahun ini bakal meningkat dibanding tahun sebelumnya,” ujar bupati dua periode tersebut.

Pada kesempatan tersebut Mantan Ketua DPRD Konawe itu juga mengucapkan terimakasih tak terhingga kepada para kelompok tani yang merupakan pejuang garda terdepan dalam produksi beras di Konawe. Berkat perjuangan para petani, ketahanan pangan di Konawe hingga saat masih stabil bahkan surplus.

Kery didampingi Kadis Ketahanan Pangan, Muh. Akbar saat menaiki alat panen padi.

“Surplus beras Konawe membuat kita jadi penopang ketahanan pangan Sultra. Bahkan beras-beras kita sudah dikirim hingga ke Selatan,” terannya.

Sementara itu, di tempat yang sama Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Konawe, Syahudin mendata bahwa di Desa Ahuawatu terdapat 33 hektar sawah dan Desa Muwundowu 30 hektar. Sedangkan untuk Kecamatan Pondidaha secara keseluruhan 1.750 hektare.

“Sementara untuk Kabupaten Konawe, luas sawah yang akan dipanen ada sekitar 35 ribu hektar,” ungkapnya.

Menurut Syahrudin, Pemda Konawe menjamin ketersediaan padi di masa pandemi. Bahkan, tahun ini jumlah panen padi sudah terjadi kenaikkan dibandingkan tahun 2019. Tahun lalu Konawe berhasil memanen 220.000 ton gabah kering.

“Tahun ini kita belum rekap musim panen pertama dan kedua karena belum semua panen, tapi terjadi peningkatan. Tahun ini target kita lihat 222.500 ton, tapi semoga melebihi target kita,” terangnya.

Kery didampingi Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Syahrudin saat menuju lokasi panen raya.

Khusus untuk di Desa Ahuawatu Syahrudin mengakui kalau hasil panen saat ini tidak terlalu bagus. Penyebabnya, lantaran bencana banjir yang terjadi Juni sampai Juli lalu. Akan tetapi ia mengapresiasi kinerja masyarakat yang terus memaksimalkan lahan pertaniannya di tengah pendemi.

“Kendala kita saat ini juga adalah masih kurangnya kesadaran petani yang melakukan penanaman sesuai rekomendasi kita. Idealnya ada dua hal yang perlu diperhatikan, yakni benihnya harus unggul dan dalam pemberian pupuk harus yang kita rekomendasikan, jangan setengah dalam pemberikannya,” pungkasnya.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here