Ratusan Pencari Kerja Aksi di Kantor Bupati Konawe, GTS Langsung Tawarkan Solusi

Wabup Konawe, Gusli Topan Sabara saat menerima massa aksi di pelataran kantor Bupati Konawe.

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Ratusan masyarakat Konawe menggelar aksi unjuk rasa di pelataran kantor Bupati Konawe, Senin (5/7/2021). Mereka menuntut kesetaraan untuk bisa direkrut jadi karyawan di PT VDNI dan OSS.

Salah seorang penanggungjawab aksi, Supriadin menuturkan, ada beberapa hal yang menjadi tuntutan massa aksi. Antara lain, meminta agar perekrutan karyawan di VDNI dan OSS di kembalikan ke perusahaan.

Tuntutan lain lanjut Supriadin, yakni pihaknya ingin dilibatkan sebagai tim kerja eksternal dan internal, serta dapat bermitra dalam menyuplai bahan kebutuhan pokok perusahaan.

“Kami juga meminta agar karyawan yang sudah lebih dari tiga tahun bekerja agar diangkat jadi pegawai tetap di perusahaan,” ujarnya.

Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara yang turun ke lapangan langsung memberikan respon. Ia pun menerangkan bahwa pengambilalihan perekrutan karyawan oleh Pemda Konawe sudah sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Daerah lain yang memiliki mega industri juga melakukan hal yang sama,” terangnya.

Pria yang akrab dengan sapaan GTS itu melanjutkan, perekrutan yang dilakukan Pemda di bagi atas tujuh zona. Pembagian zona tersebut dilakukan untuk lebih mementingkan para pencari kerja dari Konawe.

Zona I meliputi tiga kecamatan inti yang ada di lingkar smelter, yakni Morosi, Bondoala dan Kapoiala. Untuk zona II, merupakan wilayah kecamatan di Konawe yang membentang dari Soropia sampai Wonggeduku. Zona III wilayah kecamatan dari Wawotobi sampai Routa. Zona IV, merupakan wilayah kabupaten/kota yang berada di daratan Sultra. Sementara Zona V, merupakan wilayah kabupaten/kota yang ada di Sultra kepulauan.

“Zona VI, meliputi kabupaten/kota yang ada di pulau Sulawesi secara umum. Sedangkan zona VII mencakup seluruh wilayah Indonesia yang membentang dari Sabang sampai Merauke,” imbuhnya.

Mantan Ketua DPRD Konawe itu menjelaskan, jumlah pencari kerja yang pernah datang membawa berkasnya di gedung Wekoila tahun lalu itu lebih dari 16 ribu orang. Jumlah yang terakomodir dan telah menjadi karyawan VDNI dan OSS hingga saat ini baru 6 ribu orang.

“Jadi masih ada sekitar 10 ribu lebih berkas yang mengantri dan akan terus diakomodir untuk bisa bekerja di VDNI dan OSS,” jelasnya.

GTS juga mengundang perwakilan masyarakat dan 30 ormas di Konawe untuk rapat hari Sabtu (10/7/2021). Pertemuan itu juga akan dihadiri 29 camat se-Kabupaten Konawe.

“Nanti kita bicarakan teknis mengenai perekrutan di VDNI dan OSS. Kita ingin semuanya terselesaikan, karena pada prinsipnya kita tidak ingin ada ayam yang mati di lumbung beras,” pungkasnya.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here