Rawat Kerjasama Pemda Konawe-Stikes MW: Sekda Minta Perpanjang MoU

Foto bersama Sekda Konawe, Ferdinan Sapan bersama petinggi Stikes MW Kendari, serta para camat dan kepala desa

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Kesehatan menjadi priorotas di Konawe. Pemerintah daerah (Pemda) pun telah menggelontorkan banyak dana untuk program tersebut.

Salah satu yang monumental ialah ketika Pemda Konawe mau meminjam dana pusat ratusan miliar untuk membangun rumah sakit termegah di Sultra. Semua itu dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat Konawe.

Tak hanya itu, sejak 2018 Pemda Konawe telah mencanangkan satu desa satu perawat. Program ini juga untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan terhadap warga ditingkat desa.

Nah, tiga tahun belakangan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mandala Waluya (Stikes MW) Kendari telah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Konawe. Pada Senin (24/02/2020) salah satu sekolah kesehatan terbesar di Sultra itu kembali mendatangkan 426 mahasiswanya untuk KKN di Konawe.

Mereka yang datang terbagi atas tiga jurusan. Jurusan S1 Keperawatan 178 orang, S1 Kesehatan Masyarakat 77 orang dan S1 Farmasi sebanyak 177 orang.

Mereka akan di tempatkan di 30 desa di beberapa kecamatan se-Kabupaten Konawe. Fokus penempatan adalah daerah-daerah yang pernah terdampak banjir. Para mahasiswa itu akan bekerja mengidentifikasi kesehatan masyarakat hingga 24 Maret mendatang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, Ferdinan Sapan saat menerima peserta KKN di aula kantor Kecamata Wonggeduku berharap ingin memperpanjang kerja sama KKN Stikes MW Kendari bersama Pemda Konawe. Kalau perlu katanya, kedua belah pihak bisa membuat MoU terkait kerja sama itu.

Ferdi, demikian sapaan akrabnya, berharap hasil identifikasi dari setiap KKN mahasiswa dapat diberikan kepada pihak Puskesmas. Dari situ pemangku program kesehatan di Konawe bisa melanjutkannya, sehingga nanti bisa memetakan rumusan tindakan penanganan kesehatan yang akan diambil.

“Kami berharap, hasil identifikasi mahasiswa KKN ini bisa berlanjut pada rumusan kebijakan. Utamanya yang terkait dengan pembahasan APBD Konawe,” ujarnya.

Lebih lanjut mantan Kepala BPKAD Konawe itu menjelaskan, khusus untuk program kesehatan, pihaknya terus mendorong agar terintegrasi dengan semua program. Misalnya, perogram kesehatan terintegrasi dengan program pertanian, perikanan dan peternakan.

Khusus untuk bidang pelayanan kesehatan di tingkat kecamatan, Pemda terus mendorong Puskesmas se-Kabupaten Konawe untuk terakreditasi. Hal ini dilakukan agar pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Konawe bisa merata dari segi kualitasnya. Ferdi berharap hal itu sudah bisa direalisasikan sebelum pemerintahan KSK-GTS berakhir.

“Untuk akreditasi Puskesmas besar harapan kami untuk menuntaskannya sebelum masa pemerintahan bapak Kery Saiful Konggoasa dan Gusli Topan Sabara berakhir. Itu komitmen kami,” tegasnya.

Untuk KKN tahun-tahun mendatang lanjut Ferdi, Pemda berharap, penempatan mahasiswa bukan lagi di daerah terdampak banjir, sebagaimana yang selama ini dilakukan. Akan tetapi di daerah-daerah terluar Konawe, seperti Asinua Tua, Latoma Tua, dan Routa.

“Kita ingin daerah terluar Konawe menjadi sasaran KKN. Agar data-data masyarakat di sana yang selama ini kurang tersentuh dapat kita identifikasi. Ini penting agar perumusan kebijakan untuk daerah terluar kita dapat dilakukan dengan baik. Makanya, keberadaan mahasiswa KKN kedepannya masih akan sangat membantu,” jelasnya.

Sekda juga mengajak mahasiswa Stikes MW untuk berkontribusi di kegiatan Baksos yang direncanakan akan digelar tanggal 29 Februari. Acara tersebut merupakan rangkaian dari HUT Konawe ke-60. Adapun agenda baksos yang bakal digelar, yakni sunatan massal dan pemeriksaan kesehatan gratis.

“Pak desa dan pak camat tolong jaga anak-anak kita sepama bertugas di Konawe. Karena keberadaan mereka ini sangat membantu daerah,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Stikes MW Kendari Hj. Tasmin mengungkapkan, pihaknya sangat apresiatif atas sambutan dan Pemda Konawe. Menurutnya, KKN di Konawe sudah memasuki tahun keempat.

“Terimakasih, karena dalam beberapa tahun berjalan ini, sinergi Pemda Konawe dan Stikes Mandala Waluya bisa terjalin dengan baik. Kami berharap untuk tahun-tahun mendatang kerja sama ini bisa terus berlanjut,” harapnya.

Untuk diketahui, acara penyambutan mahasiswan KKN Stikes MW turut dihadiri sejumlah dosen dan petinggi kampus. Sedangkan di Konawe, turut dihadiri Sekda, sejumlah kepala desa dan camat tempat tujuan pelaksanaan KNN.

Selamat bertugas di Konawe para mahasiswa akan tinggal di rumah kepala desa tempat bertugas atau di beskem yang telah ditunjuk.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here