Roni Terpaksa Lebaran di Penjara Usai Tiga Bulan Jadi Buronan Polisi

Roni, tersangka kasus penipuan CTKL Morosi saat menjalani pemeriksaan.

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Nasib apes menimpa Awaluddin Lenggo alias Roni. Pria yang merupakan tersangka atas kasus penipuan pada perekrutan Calon Tenaga Kerja Lokal (CTKL) yang dijanjikan bekerja di mega industri di Morosi, dibekuk tim Reskrim Polres Konawe, Rabu (27/4/2022).

Sebelumnya, dua tersangka lainnya, Hasdar dan Andang telah ditahan. Roni yang selama ini dipanggil penyidik berkali-kali memilih mangkir. Dirinya bahkan menghilang dan dinyatakan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Konawe sejak tiga bulan lalu.

Roni ditangkap polisi di rumah salah satu isterinya, di Kelurahan Anggaberi, Kecamatan Unaaha, sekira pukul 17.30 Wita. Ia pun langsung dibawa ke unit I Reskrim Polres Konawe untuk menjalani pemeriksaan.

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Konawe, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Wasis Santoso, S.IK melalui Kasat Reskrim Ajun Komisaris Polisi (AKP) Moch. Jacub Nursagli Kamaru, S.IK mengatakan, yang bersangkutan saat ini tengah dimintai keterangan.

“Kita masih terus melakukan pengembangan, terkait siapa rekannya dan mengalir ke mana saja uang hasil pungli itu,” ujarnya.

Untuk sementara lanjut Jacub, keterangan yang didapatkan bahwa nilai uang yang dipungut dari para korban (CTKL) bervariasi. Mulai dari Rp400 ribu sampai Rp2,5 juta.

“Pelaku akan langsung kami tahan malam ini juga,” tegasnya.

Untuk mempertangungjawabkan perbuatannya, Roni dijerat dengan pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP junto pasal 55 KUHP dan atau pasal 56 KUHP, dengan ancaman 8 tahun penjara.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here