Sambangi Perusahaan Sawit, GTS Tunjukan Salah Satu Kekuatan Ekonomi Konawe

Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara dalam kunjungannya ke PT Tani Prima Makmur.

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Wakil Bupati, Gusli Topan Sabara melakukan kunjungan kerja ke perusahaan kepala sawit PT Tani Prima Makmur (TPM) di Desa Lerehoma Kecamatan Anggaberi, Konawe, Rabu (10/3/2021). Kunjungan tersebut kata Gusli dalam rangka silaturahmi, melihat sejauh mana perusahaan beroperasi.

Gusli mengatakan, pada kunjungan tersebut pihaknya ingin mengetahui kondisi terkini perkebunan di salah satu perusahaan kelapa sawit terbesar di Sultra itu. Selain itu Gusli juga ingin mengecek bagaimana pabrik pengolahan sawitnya serta bagaimana serapan tenaga kerjanya.

Mantan Ketua DPRD Konawe itu bersyukur, serapan tenaga kerja di TPM cukup banyak. Totalnya mencapai 2500 tenaga kerja. Hal yang menggembirakannya lagi, 95 persen dari para pekerjanya merupakan warga lokal Konawe.

“Di perusahaan ini sudah ada 2500 pekerja yang diserab. Dan hebatnya lagi, sekitar 95 persen diantaranya merupakan warga Konawe. Makanya kami sangat mengapresiasi cara perusahaan dalam memaksimalkan tenaga kerja dari Konawe,” ujarnya.

Gusli menerangkan, jika yang bekerja di situ adalah seirang suami yang menghidupi istri dan dua anaknya, maka secara tidak langsung kehadiran TPM sudah memelihara nasib 10.000 orang. Kehadiran perusahaan tidak hanya memangkas jumlah pengangguran di Konawe, akan tetapi ikut menyeahterakan orang-orang dekatnya.

“Makanya secara langsung peran perusahaan sawit di Konawe, khususnya TPM sudah ikut membangun daerah dengan membuka lapangan kerja dan kenyejahterakan warga lokal. Inilah salah satu kekuatan ekonomi di Konawe yang membua kita tetap kuat meski dihantam badai pandemi Covid-19,” jelasnya.

Gusli menuturkan, saat ini pengelolaan luasan perkebunan sawit milik TPM ada sekiran 6000 Ha. Rencananya akan diperluas menjadi 10.000 ribu Ha. Hal itu juga akan berdampak pada penambahan jumlah tenaga kerja di perusahaan tersebut.

“Kalau perkebunannya diperluas, maka serapan tenaga kerjanya akan semakin tinggi. Warga yang terdampak positif, khususnya dalam segi ekonomi juga akan bertambah banyak,” lanjutnya.

Gusli juga menerangkan, Pemda Konawe saat ini sedang merancang regulasi baru terkait investasi. Regulasi itu nantinya akan mengatur terkait CSR perusahaan. Dimana, dari 100 persen dana hibah perusahaan, 20 persen akan disisihkan 20 persen pada kawasan yang terdampak.

Kawasan terdampak itu adalah area sekitar perusahaan. Warga daerah sekitar nantinya akan mendapatkah hak dari dana CSR untuk kebutuhan pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sektor lainnya.

“Jadi perusahaan berjalan dengan mempekerjakan tenaga lokal. Dan ada dana hibah untuk kepentingan pendidikan, kesehatannya, ekonomi dan kegiatan masyarakat lainnya,” terangnya.

Saat ini lanjut Gusli, pemerintah daerah Konawe tengah gencar-gencarnya membuka ruang investasi. Pengurusan izin akan di permudah demi kemaslahatan masyarakat banyak di Konawe. Menurutnya, hal itu juga sejalan dengan visi misi Presiden Joko Widodo.

“Kita ingin jadikan Konawe ini sebagai surga investasi di Sultra. Makanya kepada para investor jangan ragu berinvestasi di Konawe,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa menuturkan, kekuatan ekonomi terbesar di Konawe adalah karena Konawe merupakan daerah produksi. Baik produksi hasil alam, maupun produksi olahan pabrik.

Keadaan itulah yang membuat pertumbuhan Konawe mencapai 11 persen pada 2019. Sedangkan pada 2020, ada diangka 6 persen tetap yang tertinggi di Sultra. Padahal daerah lain rata-rata ada diangka nol koma bahkan minus pertumbuhan ekonominya.

“Makanya, dengan masuknya investasi, pengangguran kita pangkas, kesehanteraan kita tingkatkan dan kita buat Konawe ini menjadi lebih the best,” tandasnya.

Laporan: Mj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here