Sepuluh Bulan ADD di Konawe Tak Kunjung Cair, Projo Ungkap Dampaknya

Sekretaris DPC Projo Konawe, Rudin Sumera (foto: Mas Jaya / tribunkonawe.com)

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Anggaran Dana Desa (ADD) yang digelontorkan dari Pemerintah Kabupaten Konawe untuk desa-desa hingga kini masih belum jelas. Tercatat, ADD yang belum dibayarkan sudah terhitung sepuluh bulan lamanya.

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pro Jokowi (Projo) Kabupaten Konawe pun kembali menyoroti hal tersebut. Sekretaris Projo Konawe, Rudin Sumera mengungkapkan, efek dari tidak dibayarkannya ADD Konawe tak hanya berpengaruh pada kinerja aparat desa tapi juga program di desa.

Rudin menerangkan, pada tahun 2018 masih ada tiga bulan ADD yang belum dicairkan ke desa-desa. Sementara untuk tahun 2018 sudah terhitung tujuh bulan lamanya. Kalau ditotalkan sudah sepuluh bulan lamanya.

“Bayangkan, siapa yang mau fokus membenahi desanya kalau honor mereka tak kunjung dibayarkan hingga sepuluh bulan lamanya,” terangnya, saat ditemui, Kamis (1/8/2019).

Akibatnya lanjut Rudin, ada efek domino yang ditimbulkan. Salah satu contohnya terhambatnya pengembangan usaha di BUMDes.

Menurutnya, ada banyak aparat di desa-desa yang juga menggantungkan hidupnya di BUMDes. Misalnya, mengambil kebutuhan pokok di usaha BUMDes dan akan membayarnya ketika honor mereka telah cair.

“Lalu, bagaimana kalau mereka telah mengambil kebutuhan pokok di usaha BUMDes, tapi honor belum cair-cair juga. Otomatis BUMDes-lah yang kemudian tidak berkemban, karena tidak lancar memutar modalnya,” jelasnya.

Rudin menambahkan, jika contoh kasus tersebut hanyalah salah satu ketimpangan yang terjadi di desa-desa. Masih banyak contoh lainnya, yang bahkan ada yang menjurus pada penyalahgunaan Dana Desa (DD). Sebab, hanya DD yang bisa diharapkan ketika ADD tidak kunjung cair.

“Makanya kami meminta agar Pemda Konawe secepatnya menyelesaikan permasalahan tersebut,” pungkasnya.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here