Silaturahmi dengan Tokoh Adat di Meluhu, Wabup Konawe Ziarah ke Makam Leluhur

Wabup Konawe, Gusli Topan Sabara saat berziarah ke Makam Wepoindo.

TRIBUN KONAWE: MELUHU – Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara melakukan kunjungan silaturhami kepada para pemangku adat di Kelurahan Meluhu, Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe, Kamis (9/7/2020).

Silaturahmi orang nomor dua Konawe itu dilakukan di rumah adat Laika Mbu’u. Ia disambut langsung oleh Tokoh adat suku Tolaki, Ajemain Suruambo, warga sekitar dan para anak muda dari Komunitas Banderano Tolaki.

Setelah menyapa dan bersalaman dengan para tokoh dan warga, Gusli dan rombongan langsung menyempatkan diri berziarah ke makam salah satu leluhur Konawe. Lokasinya tidak begitu jauh dari Laika Mbu’u. Hanya memakan waktu beberapa menit saja jika menggunakan kendaraan.

Wabup Konawe, Gusli Topan Sabara saat berbincang ringan dengan salah seorang tokoh adat, Ajemain Suruambo.

Makam yang dikunjungi Gusli merupakan makam dari seorang perempuan bernama Wepoindo binti Pakandeate. Perempuan tersebut pada masanya merupakan pemegang panji (Tombi) dari Kerajaan Konawe.

Di makam tersebut, Gusli dan pemangku adat juga turut memanjatkan doa untuk leluhur tanah Konawe tersebut. Bahkan Gusli menyempatkan diri untuk mengganti kain putih penutup nisan pada makam Wepoindo. Selanjutnya, mantan Ketua DPRD Konawe itu terlihat menyendiri dengan tangan yang sambil memegangi nisan makam Wepoindo.

Usai dari makam tersebut, di tempat yang tak jauh Gusli dan rombongan kembali menziarahi satu makam lagi. Makam itu merupakan suami dari Wapoindo. Selanjutnya, rombongan kembali ke Laika Mbu’u.

Wabup Konawe, Gusli Topan Sabara saat berfoto bersama para anak muda dari Banderano Tolaki

Setibanya di Laika Mbu’u, Gusli langsung diajak menuju loteng dr Laika Mbu’u. Di sana Gusli diperlihatkan sejumlah pusaka milik para leluhur masyarakat Konawe. Dua diantaranya adalah pusaka berupa Taawu milik Bokeo Singgima (salah seorang raja di Konawe, red) dan Taawu milik Tawiwi yang tiada lain adalah pengawal Raja Lakidende.

Selanjutnya, Gusli menggelar bincang-bincang ringan dengan para tokoh dan warga. Ia juga sempat menyinggung tentang perekrutan 5000 tenaga kerja lokal di perusahaan pengolahan smelter di Morosi. Gusli berharap masyarakat bisa memanfaatkan peluang tersebut untuk kesejahteraan.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here