Sindir Pemerintah, Warga Dua Desa di Konsel “Berkebun Pisang” di Tengah Jalan

Beginilah kondisi jalan di dua desa di Kecamatan Tinanggea, Konsel. Warga menanam pohon pisang sebagai bentuk protes kepada pemerintah.

TRIBUN KONAWE: ANDOOLO – Sejumlah warga dari Desa Lalonggasu dan Lalowatu, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan aksi tanam pohon di tengah jalan rusak yang berada di wilayahnya, Kamis (1/4/2020). Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes kepada Pemerintah Provinsi (Pemrov) dan Komisi III DPRD Sultra yang tak kunjung memperbaiki jalan tersebut.

Aneka aneka tanaman, seperti pohon pisang, pinang dan pohon lainya kini menghiasi sepanjang ruas jalan di dua desa tersebut. Luapan kekesalan warga itu dilakukan lantaran jalan yang menjadi tanggungjawab Pemprov telah rusak sejak 2010 silam. Selama ini Pemprov dan DPRD hanya mengiming-imingi warga dengan janji-janji manis bahwa jalan tersebut bakal diperbaiki.

Salah seorang warga Desa Lalonggasu, Paisal menuturkan, aksi protes tersebut sudah dilakukan sejak 2010 lalu. Namun kali ini protes kembali dilakukan dengan menanam sejumlah pohon pisang di ruas jalan dalam jumlah yang lebih banyak lagi.

“Pananaman pohon pisang di tengah jalan ini kami lakukan karena sudah sudah sepuluh tahun ini belum ada perbaikan dari pemerintah,” ujar Paisal Arifi saat ditemui awak media ini.

Paisal mengungkapkan, sejak rusaknya jalan di desanya, tercatat telah terjadi 50 kali kecelakaan sepanjang tahun 2020. Dari jumlah tersebut, 11 diantaranya meninggal dunia dan 39 lainnya luka parah maupun luka ringan.

Paisal menuturkan, aksi ratusan masyarakat yang turun ke jalan untuk menanam pohon itu sebagai bentuk sindiran kepada Pemprov dan Komisi III DPRD Sultra. Katanya, Komisi III DPRD Sultra sebelumnya telah berjanji akan memperbaiki jalan poros Tinanggea-Andoolo tersebut pada Maret 2021. Namun, hingga memasuki April realisasi dari janji tersebut belum ada juga.

“Janjinya Maret ini akan ada tindaklanjut,” ungkapnya.

Hal Senada juga di ungkapkan Kepala Desa, (Kades) Lalowatu Amin. Ia membenarkan jika sepanjang tahun 2020 tercatat 50 pengendara motor mengalami kecelakaan saat melintas di desanya.

“Di desa kami ini sangat rawan kecelakaan. Itu karena para pengendara sudah tidak memperhatikan jalanya. Mereka cenderung mencari jalan bagus hingga terlena, akibatnya terjadi tabrakan,” tutur Amin.

Amin juga menuturkan rasa kekecewaannya
terhadap Ketua Komisi III DPRD Provinsi. Anggota legislatif yang bersangkutan telah berjanji kepada warga bahwa Maret akan segera ditindaklanjut.

Sementara itu, Zulhan yang merupakan pengguna jalan, salut atas kekompakan masyarakat. Dirinya mendukung aksi tersebut sebagai protes terhadap Pemprov.

“Saya salut Mas dengan masyarakat disini. Mereka kompak untuk memprotes jalan yang sangat rusak ini. Saya sudah sering melintas di jalan poros Tinanggea-Andoolo, tetapi tidak juga perbaikan,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, semoga kegiatan masyarakat penanaman pohon di tenga jalan ini, segera mendapat respon dari Pemprov.

Laporan: Perliyansa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here