Soroti Tambang Pasir di Konawe, Kajari: Jangan Legalkan yang Ilegal

Kajari Konawe, Irwanuddin Tadjuddin saat menunjukan uang yang akan diserahkan ke kas negara, hasil lelang barang sitaan kasus Minerba di wilayah tugasnya.

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Konawe, Irwanuddin Tadjuddin, SH., MH., menyoroti banyaknya tambang pasir yang tak memiliki izin di Konawe. Ia mengaku berang dan saat ini tengah melakukan proses upaya hukum atas hal tersebut.

Kepada awak media, Irwanuddin mengungkapkan, ada potensi korupsi yang terjadi dalam usaha penambangan pasir yang tak berizin alias ilegal. Indikasi korupsi diketahui setelah pihaknya melakukan pemeriksaan kepada sejumlah pengusaha pasir di Konawe.

“Kita sudah melakukan pemeriksaan kepada sejumlah pengusaha tambang pasir, semua belum mengantongi izin resmi sesuai regulasi,” kata Irwanuddin, Selasa (2/11/2021).

Oleh karenanya mantan Kajari Buol itu akan, mendalami persoalan tersebut. Termasuk memeriksa regulasi terkait penarikan retribusi dari hasil tambang yang diduga ilegal oleh Pemda Konawe.

“Tata kelola pertambangan itu harus jelas, semua ada aturannya. Ini yang akan kita buka,” tegasnya.

Lalu, bagaimana dengan adanya proyek starategis nasional di Konawe yang bahan bakunya diambil dari tambang pasir tak berizin? Irwanuddin mengatakan, tidak ada alasan untuk membenarkan itu.

“Jangan hanya karena ada proyek strategis nasional baru kita bilang legakan yang ilegal. Itu tidak benar,” jelasnya.

Jika ada oknum yang menyebut atau mengatakan itu boleh kata Irwanuddin, maka ia pastikan oknum tersebut bermasalah. Menurutnya, dalam kondisi bermasalah tersebut akan ada oknum yang bermain. Pelaku penambangan bisa jadi ada yang sampai bayar sana sini untuk mengamankan bisnisnya.

Irwanuddin mengatakan sikap Kejari Konawe jelas menolak keberadaan tambang pasir ilegal. Pihaknya telah menyampaikan kepada pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) agar segera menghentikan semua tambang pasir yang yang tak berizin. Terlebih yang beroperasi di bantaran sungai.

“Sebagai anak daerah, mestinya kita harus peka. Bisa saja suatu saat nanti masalah pengerukan pasir yang tidak teratur ini berpotensi memicu banjir di pemukiman warga. Kita harus pikirkan itu,” tandasnya.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here