Tabligh Akbar Polres Konawe: Ust. Das’ad Latief Ingatkan Bahaya Hoax

Ust. Das'ad Latief didampingi Wabup Konawe, Gusli Topan Sabara, Kapolres Konawe, AKBP Muh. Nur Akbar dan Wakil Ketua DPRD Konawe, H. Alauddin dalam acara Tabligh Akbar yang diselenggarakan Polres Konawe (foto: Mas Jaya / Tribunkonawe.com)

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Konawe menggelar tabligh akbar yang bertempat di Masjid Agung Babussalam, Kamis (4/4/2019). Acara tersebut menghadirikan ustaz kondang asal Makassar, Das’ad Latief.

Tabligh tersebut digelar dalam tajuk Pemilu aman, damai dan sejuk. Acara tersebut dihadiri langsung Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara bersama Ibu, Cici Ita Ristianty; Wakil Ketua DPRD Konawe, H. Alauddin; unsur Forkominda dan para kepala OPD.

Sebelum tabligh dimulai, Kapolres Konawe, AKBP Muh. Nur Akbar, SH., SIK., MH., menuturkan dalam sambutannya, pihak Polres sudah lama berencana menghadirkan ust. Das’ad. Namun selalu ada saja kendala teknis.

Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Konawe, Cici Ita Ristianty bersama Ibu Kapolres Konawe.

“Makanya, pada momen ini kita berusaha untuk menghadirkan beliau di Bumi Konawe. Dan sambutannya ternyata luar biasa. Ada tokoh masyarakat yang bilang kalau sudah lama ingin mendengar ceramah dari ustaz. Bahkan ada yang sudah menunggu di Masjid sejak salat subuh tadi,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Akbar juga menerangkan, ada tiga hal pokok yang menjadi pondasi kuat masyarakat Konawe. Ketiganya adalah nilai agama, ideologi dan kearifan lokal.

“Ketiganya akan menjadi bekal dan pondasi kuat bagi kita untuk menciptakan Pemilu yang aman dan damai,” jelas Kapolres.

Sementara itu, Ustaz Das’as mengawali ceramahnya dengan menerangkan tiga hal yang dapat membuat Pemilu rusuh. Yang pertama adalah politik uang. Menurut Das’ad, calon legislatif (Caleg) hendaknya jangan menyogok masyarakat. Begitu pun dengan masyarakat yang jangan memeras Caleg.

Ratusan jamaah tampak memadati acara tabligh akbar di Masjid Babussalam, Unaaha.

“Yang menyogok maupun disogok, dua-duanya masuk neraka,” tegas Das’ad.

Kedua, tim sukses. Menurut Das’ada, tim sukses hendaknya jangan menjadi orang sukses sendiri. Jangan menipu Calegnya dan jangan menipu rakyat.

Ketiga, hoax. Menurut Das’ad diera digital ini banyak sekali berita hoax bertebaran. Sehingga ia menyarankan, ketika mendapati pesan yang tidak jelas sumbernya agar jangan dulu disebar.

“Check and recheck dulu. Dalam Islam namanya tabayun, mengenai kebenaran informasi itu. Sehingga kita tidak menjadi bagian yang ikut menyebarkan hoax yang nantinya mengakibatkan timbulnya perpecahan di masyarakat,” pungkasnya.

Sebelum menutup ceramahnya, Ust. Das’ad terlebih dahulu memimpin doa bersama untuk keselamatan dan kemaslahatan bagi pemerintah dan masyarakat Konawe. Dalam doanya juga terpetik pemintaan kepada sang khalik agar Pilkada Konawe dapat berjalan dengan aman dan damai.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here