Tampil Gemilang di Ajang PKN, Sekwan Konawe Sabet Penghargaan “The Fighting Spirit Reformer”

Sekwan Konawe, Sumanti saat menerima piagam penghargaan "The Fighting Spirit Reformer" pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan VIII yang di selenggarakan oleh Pusat Pelatihan, Pengembangan dan Kajian Menejemen Pemerintahan (Puslatbang-KMP), Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN-RI).

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan VIII yang di selenggarakan oleh Pusat Pelatihan, Pengembangan dan Kajian Menejemen Pemerintahan (Puslatbang-KMP), Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN-RI) akhirnya selesai, Sabtu (3/10/2020). Kegiatan tersebut diikuti sejumlah ASN eselon II dari berbagai penjuru Indonesia.

Di Konawe, ada empat Aparatur Sipil (ASN) yang ikut dalam kegiatan tersebut. Mereka adalah Dr. Suriyadi M.Pd (Kadis Dikbud), drg. Mawar Taligana, M.Kes (Kadis Kesehatan) Sumanti, S.Sos (Sekwan Konawe) dan Arniwaty Abunawas, SE, M.Si (Kadis Perpustakaan). Keempatnya dimentori oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe Dr. Ferdinad Sapan, SP, MH.

Sekwan Konawe, Sumanti saat berpose bersama Sekda Konawe, Ferdinan Sapan dan peserta PKN lainnya dari Konawe.

Meski terbilang baru dalam jabatannya sebagai Sekwan defenitif, Sumanti sudah mampu menunjukan prestasi membanggakan di ajang tersebut. Dirinya yang menggagas proyek perubahan dengan nama “Aspirasi Zaman Now”, ternyata memantik perhatian para tim penilai.

Wanita yang akrab disapa Tati itu pun langsung menduduki dua posisi prestisius di ajang PKN tersebut. Pertama, proyek perubahan “Aspirasi Zaman Now” berhasil masuk dalam jajaran 5 besar program terbaik dari sekian banyak peserta se-Indonesia. Kedua, dirinya juga berhasil menyabet penghargaan “The Fighting Spirit Reformer” selama berproses dalam PKN.

Wanita yang awalnya merintis karirnya sebagai anggota protokoler Setda Konawe itu mengaku bahagia skali atas pencapaiannya. Ungkapan terimakasih pun ia sampaikan kepada rekan sesama peserta PKN dari Konawe. Kemudian, mentornya selama kegiatan, yakni Sekda Konawe.

Suamnti tampak dalam suasana pameran PKN di Makassar.

“Terimakasih juga kepada pimpinan daerah, bapak Bupati Kery Saiful Konggoasa dan Wakil Bupati, Gusli Topan Sabara, serta Ketua DPRD Konawe, H. Ardin yang terus mendorong saya dalam kegiatan ini. Alhamdulillah tadi saya sudah ditelpon diberi ucapan selamat,” ujarnya via telepon.

Tak lupa pula Sumanti mengucapkan terimakasih kepada awak media dan pihak terkait yang juga turut berkontribusi dan mendukungnya dalam menggagas proyek perubahan “Aspirasi Zaman Now.”

“Kegiatan ini sangat kompetitif karena saingan kita itu dari berbagai macam latar belakang dan daerah se-Indonesia. Belum lagi tim penilainya yang betul-betul profesional. Makanya bangga sekali rasanya karena bisa ikut mengharumkan nama daerah Konawe,” terang Sumanti.

Selain dirinya lanjut Sumanti, program “Geser 1000” yang menjadi gagasan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Suryadi juga dapat penghargaan dalam kategori yang berbeda pada ajang PKN. Hal itu juga sangat membanggakan untuk daerah Konawe.

Stan pameran Sekewan Konawe dengan proyek perubahan Aspirasi Zaman Now.

Untuk diketahui, Sumanti membuat program inovasi yang digagas dalam Proyek Perubahan PKN II Angkatan VIII, Makassar. Proyek inovatif tersebut diberi nama “Aspirasi Jaman Now.”

Sumanti dalam acara sosialisasi program tersebut di hadapan awak media menuturkan, program tersebut merupakan yang pertama di Konawe. Tujuannya adalah untuk memudahkan proses komunikasi antara masyarakat dan anggota DPRD Konawe.

“Aspirasi Jaman Now ini akan hadir dalam bentuk aplikasi yang bisa diakses masyarakat Konawe secara online,” ujarnya dalam sebuah konfrensi pers, Selasa (18/8/2020).

Wanita yang akrab disapa Tati ini menjelaskan, nantinya masyarakat bisa masuk ke aplikasi tersebut. Selanjutnya dia bisa melakukan pengaduan terkait sesuatu yang terjadi di wilayahnya.

“Misalnya tentang jalan rusak, program bantuan dan aspirasi lainnya yang bisa diselesaikan di dewan,” jelasnya.

Lanjut Tati, agar aplikasi tersebut tidak disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, maka setiap warga yang mengadu akan diverifikasi lewat Nomor Induk Kependudukannya.

“Dengan demikian kami bisa yakin bahwa orang yang tengah menyalurkan aspirasinya itu adalah betul-betul warga Konawe yang tinggal di Dapil tertentu, sesuai NIK-nya,” terangnya.

Setelah aspirasi masuk ke aplikasi, operator akan melakukan filter. Kemudian laporan tersebut akan dilanjutkan ke masing-masing Dapil dan komisi yang berwenang.

“Dengan begitu, masyarakat tidak perlu lagi datang jauh-jauh mengadu atau bahkan berdemonstrasi. Aspirasinya bisa langsung disampaikan diaplikasi dan akan langsung kami tindaklanjuti,” pungkasnya (adv)

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here