TMMD 104 Konawe Resmi Ditutup: Program Terlaksana 100 Persen

Danrem 143/Ho, Kolonel Inf. Yustinus Nono Yulianto dan Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara saat diarak naik sisingaan di lokasi upacara penutupan TMMD (foto: Mas Jaya / Tribunkonawe.com)

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-104 Kabupaten Konawe, resmi ditutup, Rabu (27/3/2019). Seremoni penutupan acara digelar dalam upacara terbuka yang digelar di Desa Nario Indah, Kecamatan Anggotoa.

Mereka yang turut hadir adalah Danrem 143/Ho, Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto; Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara; Dir Binmas, Kombes Erfan Prasetyo; Dandim 1417/Kendari Letkol Cpn Fajar LH Wijaya; Kajari Konawe, Djaja Raharja; Ketua Pengadilang Negeri Konawe, Hasanuddin.

Turut hadir pula sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Konawe, anggota DPRD Konawe, tokoh adat dan masyarakat umum.

Pada kesempatan itu, Dandim 1417/Kendari Letkol Cpn Fajar LH Wijaya selaku penanggung jawab program menuturkan, program TMMD ke-104 Konawe melibatkan sekira 120 personil TNI. Selain itu juga dibantu beberapa anggota kepolisian.

Fajar menerangkan, ada lima program pokok TMMD. Kelima program itu, yakni peningkatan jalan kerikil (jalan usaha tani), peningkatan jalan kerikil dalam desa, inseminasi buatan, rehabilitasi masjid dan rehabilitasi gereja.

“Program tersebut terlaksana seratus persen,” ujar Fajar saat membacakan laporan TMMD ke-104 saat upacara berlangsung.

Semwntara itu, Danrem 143/Ho, Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto selaku inspektur upacara dalam sambutannya, memberi apresiasi kepada anggota TNI dan pihak terkait yang telah menyukseskan TMMD Konawe.

Yuatinus mengungkapkan, program TMMD merupakan program nasional. Tahun ini program tersebut juga digelar serentak di 50 kabupaten/kota se-Indonesia.

Menurutnya, semangat yang ingin ditunjukan dalam TMMD adalah semangat membangun daerah. Program pembangunan tersebut diharapkan dapat mengatasi tantangan bidang ideologi, sosial budaya, serta teknologi.

“Semuanya kita kerjakan dalam semangat bergotong-royong. Dan semangat inilah yang ingin kita tunjukan,” pungkasnya.

Di tempat yang sama Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara mengungkapkan, ada hal yang berbeda di TMMD Konawe. Untuk pertama kalinya dan satu-satunya, program TMMD mengerjakan program inseminasi buatan sapi.

“Program ini tentu sejalan dengan program sejuta ekor sapi yang dicanangkan Pemda Konawe,” tandasnya.

Seremoni penutupan TMMD juga dirangkaikan dengan pemberian bingkisan dan cindera mata kepada 21 orang tua asuh. Mereka adalah keluarga yang selama ini menjadi tempat tinggal personil TNI saat bertugas selama sebulan.

Bingkisan tersebut berupa foto kenang kenangan antara orang tua asuh dan anggota TNI, serta paket Sembako. Penyerahan bingkisan dilakukan langsung oleh Danrem dan beberapa pejabat yang hadir di tempat kegiatan.

Usai upacara penutupan, acara kemudian dilanjutkan dengan penilaian lomba kuliner antar desa di Kecamatan Anggotoa. Setelah itu, Danrem dan rombongan langsung melakukan peninjauan lokasi masjid dan gereja yang direhabilitasi selama program TMMD berlangsung.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here