Ujung Lasandara: TKD Karang Taruna Konawe Digelar Oktober Mendatang

Ketua Karang Taruna Konawe, Ujung Lasandara (foto: Mas Jaya / tribunkonawe.com)

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Pengurus Karang Taruna Konawe di bawah nahkoda Ujung Lasandara, menolak hasil Temu Karya Daerah (TKD) Karang Taruna Konawe yang berlangsung pada Rabu (21/8/2019). Sebagaimana diketahui, hasil TKD menunjuk Abdul Hasim sebagai Ketua Karang Taruna Konawe yang baru.

Ujung sendiri mengaku tidak mempermasalahkan keberadaan Abdul Hasim yang ditunjuk sebagai ketua yang baru dalam TKD tersebut. Namun yang perlu diperhatikan adalah mekanisme penunjukannya yang dinilai tidak prosedural.

Ketidakproseduralan itu menurut Ujung, tampak mulai dari pengangkatan caretaker yang tidak diketahui pengurus Karang Taruna Konawe. Caretaker muncul karena anggapan yang menyebut bahwa Karang Taruna Konawe telah fakum 10 tahun. Jika dianggap fakum kata Ujung, mengapa Karang Taruna Konawe tidak pernah menerima surat teguran dari pengurus provinsi.

“Kalau kami fakum kami tolak, karena kami masih aktif. Kami masih menggelar kejuaraan Werikati Cup I dan II (2018-2019). Masih aktif dikegiatan 17 Agustusan dan dan kegiatan kolaborasi dengan KNPI. Makanya kami tanya, di mana kefakuman kami, sehingga harus ada caretaker,” ujar Ujung.

Ujung menegaskan, yang berhak menggelar TKD dan melakukan pemilihan ketua yang baru adalah pengurus Karang Taruna Konawe yang tengah ia pimpin saat ini. Sebab, masa baktinya baru akan selesai pada tanggal 29 Oktober 2019 mendatang.

“Yang berhak melakukan TKD itu kami, bukan caretaker. Makanya kami kaget tiba-tiba di media massa ada kabar TKD dan sudah ada ketua baru, karena tidak ada penyampaian bahkan secara lisan ke kami,” jelasnya.

Ujung menegaskan, pihaknya menolak hasil TKD yang digelar beberapa waktu lalu. Kemudian, pihaknya tetap akan menggelar TKD Oktober mendatang sesuai prosedur.

“Kami akan tetap menggelar TKD sesuai prosedur di AD ART Oktober mendatang. Kami akan komunikasi dengan Karang Taruna Provinsi dan instansi terkait dalam hal ini Dinas Sosial Konawe selaku mintra dari Karang Taruna,” tegasnya.

Ujung juga menekankan, bahwa TKD yang akan dilakukan Oktober mendatang itu bukanlah TKD tandingan dari TKD beberapa waktu yang lalu. Menurut mantan Kadispora dan Pariwisata Konawe itu, TKD tandingan itu ada jika pihaknya mengakui hasil TKD bentukan caretaker.

“Ini nanti bukan TKD tandingan. Kalau tandingan, berarti kami mengakui hasil TKD yang kemarin itu,” tandasnya.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here