Usai Teriak Lawan Cina, Bupati Konawe Acungkan Pistol

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa saat mengacungkan pistolnya usai menguji fisik aparat Satpol PP Konawe (foto: istimewa / TRIBUNKONAWE.COM)

TRIBUN KONAWE: KONAWE – Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa mengecek hasil latihan ketahanan fisik personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Konawe, di lapangan upacara kantor bupati, Senin (4/2/2019). Kery yang didampingi Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara; Kasat Pol PP, Syahlan Saleh Saranani dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya terlihat unjuk kekuatan fisik dengan para personil Satpol PP.

Mula-mula Kery memerintahkah agar personil membentuk barisan penghalang bertameng. Setelah sesonil siap, Kery pun langsung menabrakan diri ke tameng penghalang yang dipegang erat aparat Satpol PP dengan kuda-kuda yang sigap.

Kery menabrakan dirinya ke tameng penghalang tak hanya sekali, tapi beberapa kali. Kuatnya tabrakan badan yang dilakukan Kery, membuat personil yang memegangi tameng terdorong ke belangan.

Kery saat hendak menguji fisik anggota Satpol PP Konawe (foto: istimewa / TRIBUNKONAWE.COM)

Kery menabarakan dirinya sembari berteriak menyebut nama Indonesia beberapa kali. Menariknya, mantan Ketua DPRD Konawe itu bahkan sempat meneriakan lawan China, sebelum kembali menabrakan dirinya ke tameng.

“Bagaimana, lawan Cina,” teriak Kery dan langsung menabrakan dirinya kepada aparat Satpol PP yang memegangi tameng.

Selanjutnya, Kery pun langsung meraih pistol yang terselip di pinggang Kasat Pol PP. Pistol itu langsung ia acungkan ke arah langit hendak menembak. Namun ternyata tak ada pelurunya.

“Huh, payah ini tidak ada pelurunya,” kata Kery sembari mengembalikan pistol kepada Kasat Pol PP.

Menimpali perkataan bupati, Kasat Pol PP langsung mengatakan kalau pelurunya tidak ada. Ia menyimpannya di tas.

“Ada di tas pelurunya,” timpal Syahlan.

Kery kemudian memberikan pengarahan kepada personil Satpol PP. Ia mengingatkan kalau Satpol PP adalah polisi penegak Perda. Sebagai penegak Perda, kondisi fisik Pol PP harus benar-benar prima.

“Kenapa kita siapkan Satpol PP, ya untuk mengamankan Perda-Perda yang ada. Kebetulan di Konawe itu ada investasi besar, Virtue Dragon (VDNI di Morosi, red), Rio Tinto (yang beroperasi di Puriala, red) dan Sonai (smelter dari PT CMMI, red),” tegas Kery.

Untuk diketahui, Kery sebelumnya pernah melontarkan pernyataan pedasnya kepada manajamen VDNI. Kery meminta agar VDNI segera membayar Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA). Jika tidak, para Tenaga Kerja Asing (TKA) yang ada di VDNI akan ia usir dengan mengerahkan personil Satpol PP.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here