VDNI-OSS Melunak: Calon TKL Bisa Rapid Dahulu, Setelah Diterima Kerja Baru Swab

Kabag Humas dan Protokoler Setda Konawe, Sukri Nur (kiri) dan Direktur BLUD RS Bahteramas, dr. Agus Lahida saat menggelar konfrensi pers.

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS), akhirnya melonggarkan kebijakannya tentang swab bagi para calon tenaga kerja lokal (TKL). Kebijakan baru itu diungkapkan langsung oleh Kabag Humas dan Protokoler Pemda Konawe, Sukri Nur.

Sukri menerangkan, awalnya syarat bagi calon TKL yang telah lulus berkas itu harus swab dulu sebelum ke perusahaan. Kebijakan itu bahkan telah dijalankan bagi 418 calon TKL kru umum dan 40 calon TKL di sekuriti.

“Mereka telah diswab, tapi hasilnya kurang maksimal. Sampe sekarang masih ratusan yang belum keluar hasilnya dari RS Bahteramas,” ujarnya kepada awak media, Kamis (17/9/2020).

Lambatnya proses pengumuman hasil swab tersebut lanjut Sukri, akhirnya berdampak pada keterlambatan perekrutan di perusahaan. Padahal perusahaan saat ini juga sudah sangat membutuhkan pekerja. Begitu pun dengan para calon TKL yang berharap menunggu informasi pemanggilan dari perusahaan.

“Ditambah lagi, kerja sama operasional (KSO) Pemda dan Lentera Healthcare sampai saat ini masih menunggu alat swabnya,” lanjutnya.

Sebagai solusi atas hal tersebut, pihak perusahaan pun melonggarkan kebijakannya. Yang mana, calon TKL yang diharuskan swab, bisa dengan rapid dahulu agar proses perekrutan berjalan cepat.

Syarat rapid kata Sukri, berlaku bagi pekerja skill yang diharuskan ke perusahaan terlebih dulu untuk menjalani tes keterampilan. Setelah dinyatakan lulus dan akan tanda tangan kontrak, barulah diwajibkan untuk swab.

Hal yang sama juga akan berlaku bagi yang nonskill. Mengingat sebelum tanda tangan kontrak, mereka juga akan tes fisik dan wawancara di area perusahaan. Setelah tanda tangan kontrak baru diminta untuk swab.

“Kebijakan ini tentu tidak lepas dari komunikasi pimpinan daerah ke perusahaan yang terus meminta agar calon TKL ini jangan banyak dibenani proses masuk kerjanya,” terangnya.

Terkait kapan pengumuman jadwal rapidnya, Sukri menambahkan akan diinformasikan di media. Tempatnya, masih terpusat di BLUD RS Konawe.

Di tempat yang sama Direktur BLUD RS Konawe, dr. Agus Lahida menuturkan, untuk rapidnya bakal dikenakan biaya maksimal Rp 150 ribu. Nilainya naik dibanding sebelumnya, karena pihak RS sendiri membeli alat rapid tersebut senilai Rp95 ribu per alat dan belum termasuk pajaknya.

“Rumah sakit Konawe tetap jadi penyelenggara, karena itu permintaan perusahaan,” pungkasnya.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here