Wabup Konawe Harap Bursa Inovasi Desa Jadi Pemantik Program Ekonomi Kerakyatan

Wabup Konawe, Gusli Topan Sabara saat menerangkan kriteria programinovasi yang dapat direplikasi (foto: Mas Jaya / tribunkonawe.com)

TRIBUN KONAWE: UNAAHA- Bursa Inovasi Desa (BID) Kabupaten Konawe akhirnya dimulai, Kamis (18/77/2019). Untuk tahap pertama tersebut, program BID digelar dengan melibatkan desa-desa empat kecamatan, yakni Uepai, Lambuya, Puriala dan Onbute.

Pelaksanaan kegiatan digelar di Kecamatan Uepai. BID dibuka langsung oleh Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara. Turut hadir pula Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Konawe, Keniyuga Permana, Tim Ahli TTG Bidang Inovasi Desa DPMD Konawe, Irvan Umar, Camat, kepala desa dan tim inovasi empat kecamatan tersebut.

Dalam sambutannya, Gusli Topan Sabara menerangkan, jika hendak mereplikasi inovasi yang telah disajikan ada baiknya tiap desa dapat memperhatikan potensi di masing-masing. Hal ini dimaksudkan agar inovasi dapat melahirkan manfaat terhadap masyarakatnya.

Mantan Ketua DPRD itu mencontohkan, untuk wilayah Uepai yang merupakan daerah pertanian akan lebih cocok jika memilih inovasi soal pertanian. Selain sejalan dengan potensi lokal yang ada, sumber daya yang dibutuhkan juga tersedia untuk menjalankan inovasi ini.

“Inovasi harus disesuaikan potensi wilayahnya. Agar bisa memberikan dampak ekonomi terhadap masyarakat. Takutnya, jika asal membuat inovasi, malah hanya akan menimbulkan kerugian dan tidak bermanfaat terhadap masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu Kepala DPMD, Keniyuga Permana mengatakan, Bursa Inovasi Desa bertujuan mewadahi desa untuk melihat hasil inovasi di desa-desa unggulan. Selanjutnya, tiap desa dapat mereplikasi ke desanya masing-masing guna meningkatkan kualitas sumberdaya masyarakat, infrastruktur dan ekonomi.

Menurut Keni, hal ini sejalan dengan pola penggunaan dana desa tahun 2020. Di mana sebagian besarnya akan digunakan untuk pemberdayaan masyarakat berbasis peningkatan ekonomi masyarakat.

“Bursa inovasi ini menjadi sarana bertukar inovasi desa yang sudah berhasil dijalankan, kemudian direplikasi. Pemberdayaan ekonomi masyarakat jadi tujuan utama dari inovasi-inovasi yang akan dilakukan di desa-desa ini,” terangnya.

Olehnya itu lanjut Keni, desa harus mampu menjalankan apa yang sudah dituangkan dalam perencanaan pembangunan desa di masa mendatang. Sehingga, desa bisa mandiri mengembangkan potensi melalui inovasi sambil meningkatkan ekonomi masyarakatnya.

Untuk diketahui, BID ini menghadirkan 69 inovasi dari seluruh Indonesia yang dapat dipilih untuk dilakukan masing-masing desa. Inovasi ini dibagi dalam tiga bagian, yakni Infrastruktur, Sumber Daya Manusia (SDM) dan Kewirausahaan.

Desa-desa yang telah memilih inovasi akan memasukkan pilihannya ke dalam kartu komitmen untuk kemudin dimasukkan dalam program pengunaan dana desa tahun 2020 mendatang yang dipantau langsung DPMD melalui TPID. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas perencanaan desa.

Laporan: Mas Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here