Warga Konsel Blokade Jalan Poros Tinanggea-Andoolo, Akses Terputus

Aksi blokade jalan yang menghubungkan Kecamatan Tinanggea-Andoolo. Tampak timbunan dan batu-batu besar menutupi badan jalan.

TRIBUN KONAWE: ANDOOLO – Warga Desa Lalowatu dan Desa Lalonggasu, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan aksi blokade jalan, Minggu (4/4/2021). Akibatnya, akses penghubung Kecamatan Tinanggea-Andoolo kini tak bisa dilalui kendaraan.

Beberapa hari sebelumnya (1/4/2021), warga di dua desa tersebut melalukan aksi tanam pisang di sepanjang badan jalan. Aksi itu dilakukan untuk menyindir Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan DPRD Sultra. Nyatanya, aksi itu tampaknya belum mendapat respon pemerintah untuk segera memperbaiki jalan yang telah rusak tersebut.

Lantaran sindiran “berkebu pisang” di tengah jalan tak direspon, warga pun kembali melakukan aksi. Kali ini aksi yang dilakukan adalah memblokade jalan. Warga menutup jalan dengan timbunan tanah dan bebatuan besar. Jalan pun tak bisa dilalui pengendara.

Aksi tersebut bukan lagi sindiran. Akan tetapi sebuah bentuk penegasan agar Pemprov dan DPRD Sultra segera memberi respon untuk memperbaiki jalan yang telah satu dekade ini rusak.

Warga Desa Salonggasu, Paisal Aripin menuturkan, jalan poros Tinanggea-Andoolo masuk kategori jalan provinsi. Sebelum aksi tanam pisang dan blokade jalan, warga dua dasa tersebut sebelumnya telah ditemui Ketua Komisi III DPRD Provinsi dan menjanjikan perbaikan Maret 2021.

“Kami sebelumnya sempat menanam pohon pisang di tengah jalan untuk menyindir Ketua Komisi III DPRD Provinsi yang pernah menjanji kami akan diperbaiki bulan Maret 2021. Aksi kami kali ini bentuk spontanitas akibat kekesalan warga terkait jalan yang semakin parah dan semakin banyak menelan korban pengguna jalan,” ujar Paisal kepada awak media tribunkonawe.com.

Paisal menuturkan aksi blokade jalan itu, tidak akan pernah berhenti. Pihaknya akan terus menyuarakan aspirasi masyarakat dan menunggu janji dari Ketua Komisi III DPRD Sultra untuk merealisasikan jalan yang rusak parah itu.

“Kami tidak akan pernah berhenti menyuarakan aspirasi masyarakat dan menunggu janji dari Ketua Komisi III DPRD Provinsi untuk merealisasikan jalan kami yang rusak sejak 2010,” tegasnya.

Sementara itu Isran, penguna jalan, mengungkapkan kepada awak media ini, aktivitas blokade jalan yang dilakukan, dirinya tidak merasa keberatanan dan terganggu.

“Kalau saya pak, aksi blokade jalan ini, saya tidak keberatan dan terganggu, karena kegiatan mereka ini untuk kepentingan bersama,” ungkapnya.

Isran berharap agar pemerintah dan anggota DPRD Provinsi untuk segera merealisasikan perbaikan jalan. Ia juga menambahkan, aksi yang dilakukan masyarakat ini semoga direspon cepat pemerintah dan turun ke lapangan melakukan peninjauan langsung terkait keresahan masyarakat,” tandasnya.

Laporan: Perliyansa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here